Tiga Widyaiswara Balai P2SDM Wilayah VI, yaitu M. Syahlan, Yunita Puspitasari, dan Junaidin mengikuti kegiatan Training of Facilitator (ToF) Inventarisasi Hutan Nasional yang dilaksanakan pada 4–8 Mei 2026 di Novotel Grand Shayla. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Pusat Diklat SDM Kementerian Kehutanan bekerja sama dengan Direktorat IPSDH Direktorat Jenderal Planologi Kehutanan sebagai bagian dari upaya peningkatan kompetensi fasilitator di bidang inventarisasi hutan nasional.

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya penguatan kompetensi fasilitator di bidang inventarisasi hutan nasional yang memiliki peran penting dalam mendukung penyediaan data dan informasi sumber daya hutan secara akurat, terukur, dan berkelanjutan. Inventarisasi hutan menjadi salah satu instrumen penting dalam perencanaan pengelolaan hutan, pengambilan kebijakan, pemantauan sumber daya hutan, serta mendukung pengelolaan kehutanan yang lestari.

Pelatihan ini ditujukan untuk membekali SDM kehutanan dan/atau instansi lain yang membutuhkan, baik aparatur pemerintah, akademisi, maupun praktisi di bidang inventarisasi hutan. Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan tidak hanya memahami aspek teknis inventarisasi hutan nasional, tetapi juga mampu menjadi fasilitator yang dapat menyampaikan materi secara efektif kepada peserta pelatihan di daerah maupun unit kerja masing-masing.

Pada hari pertama, peserta menerima materi mengenai Kebijakan dan Peraturan terkait Inventarisasi Hutan Nasional, Penyusunan dan Pengembangan Bahan Pelatihan, Pengukuran Dimensi Pohon, Bambu, Rotan dan Liana, serta praktik pengukuran dimensi pohon, bambu, rotan dan liana. Materi ini menjadi dasar penting dalam memahami regulasi, konsep inventarisasi, serta teknik pengukuran vegetasi yang menjadi komponen utama dalam kegiatan inventarisasi hutan nasional.

Memasuki hari kedua, pelatihan difokuskan pada materi Perencanaan Inventarisasi Hutan Nasional, Pelaksanaan Inventarisasi Hutan Nasional, serta Pelaporan Data Hasil Inventarisasi Hutan Nasional. Pada sesi ini peserta dibekali pemahaman mengenai tahapan perencanaan kegiatan inventarisasi, metode pelaksanaan di lapangan, hingga tata cara penyusunan laporan dan pengelolaan data hasil inventarisasi secara sistematis dan akurat.

Pada hari ketiga, peserta mengikuti praktik perencanaan inventarisasi hutan nasional yang dilaksanakan di KHDTK Diklat Kehutanan Tabo Tabo Kabupaten Pangkep. Kegiatan lapangan ini memberikan pengalaman langsung kepada peserta dalam menyusun perencanaan inventarisasi, penentuan plot pengamatan, serta penerapan teknik pengumpulan data di lapangan.

Selanjutnya pada hari keempat, peserta kembali melaksanakan praktik inventarisasi hutan nasional yang berlokasi di Kelurahan Untia, Kecamatan Biringkanaya, Makassar. Praktik lapangan ini menjadi sarana bagi peserta untuk mengaplikasikan metode inventarisasi hutan secara langsung sekaligus memperkuat pemahaman terhadap proses pengukuran dan pengumpulan data vegetasi di lapangan.

Pada hari kelima, kegiatan pelatihan difokuskan pada praktik pelaporan data hasil inventarisasi hutan nasional dan penyusunan serta pengembangan bahan pelatihan. Pada sesi ini peserta diarahkan untuk mampu menyusun laporan hasil inventarisasi secara baik, akurat, dan informatif, sekaligus mengembangkan bahan ajar dan strategi pembelajaran yang efektif sebagai fasilitator pelatihan.

Pelatihan ini tidak hanya membekali peserta dengan kompetensi teknis inventarisasi, mulai dari perencanaan plot, pengukuran dimensi dan biomassa, identifikasi jenis, hingga analisis data, tetapi juga kemampuan pedagogis, komunikasi, dan manajemen pelatihan agar mampu mentransfer pengetahuan secara efektif kepada peserta lainnya. Dengan demikian, peserta diharapkan mampu menjadi fasilitator yang tidak hanya menguasai substansi teknis, tetapi juga memiliki kemampuan mengajar dan memfasilitasi proses pembelajaran secara profesional.

Melalui skema Training of Facilitator, diharapkan terbentuk fasilitator inventarisasi hutan nasional yang kompeten dan tersertifikasi sehingga proses pembelajaran dapat berlangsung secara berjenjang, menjangkau lebih luas, dan berkelanjutan hingga tingkat daerah, unit pengelolaan hutan, serta institusi pendidikan tinggi. Keberadaan fasilitator yang kompeten juga diharapkan mampu mendukung peningkatan kualitas pelaksanaan inventarisasi hutan nasional di berbagai wilayah Indonesia.

Keikutsertaan tiga widyaiswara Balai P2SDM Wilayah VI dalam kegiatan ini menjadi salah satu bentuk komitmen lembaga dalam meningkatkan profesionalisme tenaga pengajar dan memperkuat kapasitas pelatihan kehutanan. Dengan peningkatan kompetensi tersebut, diharapkan widyaiswara mampu mendukung pengembangan SDM kehutanan yang adaptif, profesional, dan siap menjawab tantangan pengelolaan hutan berkelanjutan di masa mendatang.

Penulis: Sudirman Sultan

More Articles & Posts