Balai Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (P2SDM) Wilayah VI melaksanakan penandatanganan Komitmen Bersama Pembangunan Zona Integritas (ZI) menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK), Jumat (30/1). Kegiatan ini merupakan wujud nyata kesungguhan seluruh jajaran Balai P2SDM Wilayah VI dalam mendukung reformasi birokrasi serta mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan akuntabel.

Sebelum penandatanganan komitmen ini, Kepala Balai P2SDM Wilayah VI telah melaksanakan kegiatan Sosialisasi Pembangunan ZI menuju WBK kepada seluruh ASN, Kamis (29/1). Sosialisasi ini bertujuan untuk menyamakan persepsi dan meningkatkan pemahaman pegawai terkait substansi, tujuan serta tahapan Pembangunan ZI menuju WBK. Dalam kegiatan sosialisasi ini, Kamaruddin, S.Hut.T selaku Kepala Balai P2SDM Wilayah VI menjelaskan secara rinci implementasi enam area perubahan ZI, yang meliputi manajemen perubahan, penataan tata laksana, penataan system manajemen SDM, penguatan akuntabilitas kinerja, penguatan pengawasan serta peningkatan kualitas pelayanan publik. Keenam area perubahan tersebut menjadi fondasi utama dalam mendorong perubahan pola piker dan budaya kerja aparatur.

Penandatanganan komitmen dilaksanakan oleh 79 ASN sebagai bentuk pernyataan sikap dan tanggung jawab bersama untuk menolak segala bentuk korupsi, kolusi, dan nepotisme, serta meningkatkan kualitas pelayanan publik yang profesional dan berintegritas. Kegiatan ini juga menjadi langkah strategis dalam memperkuat budaya kerja berorientasi kinerja dan pelayanan prima.

Kepala Balai P2SDM Wilayah VI dalam sambutannya menegaskan bahwa pembangunan Zona Integritas bukan sekadar pemenuhan dokumen administratif, melainkan sebuah proses perubahan pola pikir dan budaya kerja yang berkelanjutan. “WBK harus dimulai dari komitmen individu, diperkuat dengan sistem yang transparan, dan diwujudkan dalam perilaku kerja sehari-hari,” tegasnya.

Melalui rangkaian sosialisasi dan penandatanganan komitmen ini, Balai P2SDM Wilayah VI menegaskan keseriusannya dalam mengimplementasikan reformasi birokrasi secara konsisten. Ke depan, seluruh ASN diharapkan mampu menerjemahkan komitmen WBK ke dalam aksi nyata melalui peningkatan kinerja, penguatan pengendalian internal, serta pelayanan publik yang semakin transparan dan berkualitas.

Penulis : Kak Sudi.

More Articles & Posts